struktur sel beserta fungsinya biologi kelas 11

Sel memiliki bagian-bagian dan organel-organel yang berbeda
bentuk, ukuran, struktur, dan fungsinya. Agar komponen organel sel dan
fungsinya dapat dikaji,
ahli sitologi menggunakan pendekatan biokimiawi yang disebut fraksionasi sel untuk mengisolasi komponen-komponen
sel yang ukurannya berbeda.

          1.      
Membran sel ( membran plasma)

 

Membran sel merupakan lapisan tipis dengan ketebalan sekitar
8 nanometer yang membatasi isi sel dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Pada sel hewan dan manusia
membran sel terletak di bagian terluar. pada tumbuhan membran sel
dikelilingi oleh dinding sel membran plasma tersusun bahan lipid atau
fosfolipid, protein, karbohidrat.
Membran plasma terdiri atas dua lapisan (bilayer) fosfolipid dan pada matriks
fluida bilayer fosfolipid tersebut tersebar banyak jenis protein misalnya pada
membran plasma sel darah merah terdapat lebih dari 50 jenis protein
Fungsi membran
sel adalah sebagai berikut:
     ·        
Mengontrol masuk dan keluarnya zat dari atau ke
dalam sel
     ·        
Sebagai pelindung agar isi sel tidak keluar
     ·        
Sebagai reseptor atau menerima rangsangan dari
luar sel
   
       2.      
Nukleus (Inti sel)
     

Nukleus merupakan bagian yang
paling penting bagi sel berdiameter 56 ņm dan diselubungi membran ganda atau membran luar dan dalam yang
dipisahkan oleh ruangan sekitar 20 sampai 40 nanometer. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma ( plasma inti ), anak
inti
(nukleolus),
dan materi genetik berupa benang-benang kromatin.

Fungsi nukleus yaitu sebagai
berikut
·        
Mengontrol sintesis protein dengan cara
menyintesis m-RNA
sesuai dengan perintah DNA
·        
Mengendalikan proses metabolisme sel
·        
Menyimpan informasi genetik berupa DNA
·        
Tempat penggandaan atau replikasi DNA
        3.      
Sitoplasma
         
        


Sitoplasma adalah cairan sel yang terletak
di dalam sel, diluar
inti sel, dan organel
sel. Sitoplasma
berbentuk cairan koloid homogen yang jernih serta mengandung nutrien ion-ion
garam dan molekul organik.
Sitoplasma dapat mengalami perubahan dari fase sol( konsentrasi air tinggi) ke fase gel ( konsentrasi
air rendah) ataupun
sebaliknya.
Fungsi sitoplasma yaitu sebagai berikut:
·        
Tempat organel sel dan sitoskeleton
·        
Memungkinkan terjadinya pergerakan organel sel
oleh aliran sitoplasma
·        
Tempat terjadinya reaksi metabolisme sel
·        
Menyimpan molekul-molekul organik misalnya
karbohidrat lemak protein dan enzim
        4.      
Ribosom
         
          

        


Ribosom berbentuk butiran kecil dengan
diameter sekitar 20 sampai 22 nanometer. Pada sel sel tertentu dengan laju sintesis protein yang tinggi
misalnya sel hati akan memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak hingga
mencapai jutaan ribosom.
Ribosom dapat dibedakan menjadi dua yaitu
sebagai berikut.
·        
Ribosom
bebas
tersuspensi di dalam sitosol. Ribosom bebas menyintesis protein yang akan berfungsi di dalam
sitosol seperti enzim metabolisme.
·        
Ribosom
terikat
menempel pada retikulum endoplasma(RE). Ribosom terikat menyintesis
protein yang akan dimasukkan ke dalam membran RE,sekresi protein, serta pembungkusan pada organel tertentu
seperti lisosom.
         5.      
Retikulum
endoplasma
(RE)
Retikulum endoplasma merupakan membran
berbentuk labirin yang berhubungan dengan selubung inti sel . Retikulum endoplasma dapat dibedakan
menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.
a.      
Retikulum
endoplasma halus atau tidak bergranula
, jika permukaan nya tidak
ditempeli oleh ribosom
. Retikulum endoplasma
halus berperan dalam proses sintesis fosfolipid dan sterol metabolisme
karbohidrat dan menetralisir racun di dalam Sel ovarium testis hati dan otot
banyak terdapat retikulum endoplasma halus
b.     
Retikulum
endoplasma kasar atau bergranula jika permukaannya ditempeli oleh ribosom
. Retikulum endoplasma kasar berperan membentuk fosfolipid
membrannya sendiri dan sintesis protein sekretoris misalnya pada glikoprotein
dan hormon insulin di dalam sel pankreas protein sekretori yang keluar dari
retikulum endoplasma dibungkus oleh membran vesikula. Vesikula tersebut kemudian berpindah
ke bagian sel lainnya seperti badan golgi dan disebut sebagai vesikula transpor.
         6.      
Badan
golgi
( aparatus golgi)
Fungsi badan golgi yaitu sebagai berikut
·        
Berperan dalam sekresi atau membentuk vesikula
yang berisi enzim untuk cek resi.
·        
Membuat makromolekul seperti polisakarida dan
asam hialuronat ( zat
lengket pada sel sel hewan)
·        
Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi
enzim pemecah selubung sel
telur
·        
Membentuk membran plasma dari vesikula vesikula
yang dilepaskan
·        
Membentuk dinding sel pada tumbuhan
          7.      
Lisosom
Fungsi lisosom yaitu sebagai berikut.
·        
Berperan pada pencernaan intrasel
·        
Berperan pada proses fagositosis dengan cara
menelan dan mencerna partikel yang lebih kecil seperti yang dilakukan oleh
organisme uniseluler misalnya amoeba pada manusia sel makrofag dengan
fagositosis bakteri atau kuman penyakit lainnya.
·        
Autofac atau menelan dan mendaur ulang organel
yang rusak
·        
Autolisis atau kerusakan sel sendiri dengan cara
membebaskan semua isi lisosom autolisis terjadi pada peristiwa hilangnya ekor
katak saat metamorfosis
          8.      
Peroksisom
Peroksisom merupakan organel yang
menyerupai kantong berbentuk agak bulat mengandung butiran diselubungi membran
peroksisom terbentuk dan tumbuh melalui penggabungan protein dan lipid di dalam
sitosol kemudian setelah mencapai ukuran tertentu akan membelah untuk
memperbanyak dirinya.
Fungsi peroksisom yaitu sebagai berikut
·        
Penghasil enzim oksidase dan katalase
·        
Membaca asam lemak menjadi molekul kecil sebagai
bahan bakar untuk respirasi sel
·        
Di dalam sel hati peroksisom menetralisir racun
alkohol dan senyawa berbahaya lainnya.
          9.      
Glioksisom
Glioksisom berfungsi untuk menghasilkan
enzim yang dapat mengubah asam lemak menjadi gula yang akan digunakan sebagai
sumber energi pada saat ini sedang berkecambah.
         10.  
Mitokondria
Mitokondria berperan dalam respirasi sel
atau metabolisme energi didalam sel yang dapat menghasilkan ATP.
          11.  
Plastida
Plastida dibedakan menjadi tiga macam yaitu
sebagai berikut.
a.      
Leukoplas berwarna putih atau tidak berwarna
berdasarkan jenis yang disimpan leukoplas tidak menjadi amiloplas elaioplas dan
proteoplas
b.     
Kromoplas merupakan plastida yang mengandung
pigmen selain klorofil atau hijau contohnya fikosianin fikosantin atau karoten. kromoplas terdapat pada sel
bunga dan buah-buahan yang masak
c.      
Kloroplas meletakkan tas Tidak berbentuk seperti
lensa dan mengandung pigmen hijau atau klorofil
          12.  
Vakuola
Vakuola adalah organel berbentuk vesikula
besar yang berisi cairan dan diselubungi membran tunggal
Vakuola pada sel tumbuhan berfungsi sebagai
berikut.
·        
Penyimpanan gas senyawa-senyawa organik misalnya
alkaloid protein dan asam organik dan ion anorganik
·        
Tempat menyimpan pigmen daun buah dan bunga
misalnya warna merah kuning dan ungu.
·        
Menyimpan senyawa beracun atau aroma tidak sedap
Hal ini dapat melindungi tumbuhan dari gangguan pemangsa
·        
Menyerap air sehingga sel menjadi lebih besar
·        
Tempat pembuangan akumulasi produk sampingan
hasil metabolisme yang berbahaya.
         13.  
Sentrosom
dan sentriol
Sentrosom merupakan organel tempat
tumbuhnya mikrotubul yang terletak di dekat nukleus dalam sentrosom terdapat 1
pasang sentriol terapi sentrosom pada tumbuhan tidak memiliki sentriol. Sentriol dapat
bereplikasi dan membentuk benang-benang spindel yang akan mengikat dan menarik
kromatid ke arah kutub yang berlawanan pada anafase saat pembelahan sel secara
mitosis maupun meiosis
         14.  
Sitoskeleton
Sitoskeleton merupakan kerangka sel yang
kuat dan lentur berupa jalinan serabut dan tersebar di seluruh sitoplasma
sitoskeleton berfungsi untuk menyokong dan mempertahankan bentuk sel serta
berperan sebagai bertambah beberapa organel sel.
Berdasarkan ukurannya sitoskeleton
dibedakan menjadi mikrotubula,
filamen intermediet,
dan mikrofilamen
a.      
Mikrotubula
 fungsi mikrotubula adalah sebagai
berikut
·        
Memberi bentuk sel.
·        
Sebagai jalur pergerakan organel yang memiliki
molekul motor misalnya vesikula sekretori dari badan golgi bergerak ke membran
plasma
·        
Berperan terhadap menyusun kromosom ke arah
kutub yang berlawanan saat pembelahan sel.
b.     
Mikrofilamen ( filamen aktin)
Fungsi mikrofilamen yaitu sebagai berikut.
·        
Bergabung dengan protein lain membentuk jalinan
tiga dimensi yang menyokong bentuk sel.
·        
Menyebabkan lapisan sitoplasma luar memiliki
kentalan menyebabkan lapisan sitoplasma luar memiliki kentalan semi padat atau
Gel.
·        
Membentuk susunan sejajar berselang seling
dengan filamen miosin yang lebih tebal untuk kontraksi sel-sel otot.
·        
Pada sel tumbuhan interaksi aktin dan miosin
serta transportasi Solo ke GL menyebabkan aliran sitoplasma di dalam sel.
·        
Mengatur motilitas sel atau pergerakan ameboid
pada pseudopodia.
·        
Membentuk inti mikrovili  yaitu penonjolan halus yang memperluas
permukaan sel.
·        
 membentuk
alur pembelahan sel.
c.      
Filamen intermediet ( filamen antara)
 fungsi filamen intermediet fungsi
filamen intermediet yaitu sebagai berikut.
·        
Memperkuat bentuk sel
·        
 menjaga
kestabilan posisi organel sel tertentu.
·        
Tempat bertaut nya nukleus.
·        
 membentuk
lamina nukleus yang
melapisi bagian dalam selubung nukleus
         15.  
Dinding
sel
Dinding sel terdapat pada sel tumbuhan
jamur dan Alga pada dinding sel terdapat noktah atau bagian dinding yang tidak
menebal sehingga memungkinkan terjadinya hubungan antara plasma sel yang
berbentuk juluran  disebut plasmodesmata.
Fungsi dinding sel yaitu sebagai berikut.
·        
Melindungi sel
·        
Mempertahankan bentuk sel
·        
Mencegah penyerapan air yang berlebihan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *