Menganalisis latar belakang demokrasi – Pendidikan

Demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang segenap rakyat
turut serta memerintah dengan perantaraan wakil-wakilnya atau pemerintahan
rakyat.

Demokrasi juga dapat diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Inti dari demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat
oleh rakyat dan untuk rakyat. Salah satu tonggak utama untuk mendukung sistem politik yang demokratis adalah melalui Pemilu.

Pemilu diselenggarakan dengan
tujuan untuk memilih wakil rakyat baik di tingkat pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan
nasional sebagaimana yang diamanatkan oleh pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilihan umum dilaksanakan oleh
negara Indonesia dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat sekaligus penerapan prinsip-prinsip atau nilai-nilai demokrasi, meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.

Rakyat merupakan aktor politik aktif yang menentukan berhasil tidaknya
proses pemilu. Salah satunya yaitu pemilih pemula. Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan pasal 45 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.72 tahun 2005 tentang

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) adalah “penduduk desa warga negara Republik Indonesia yang pada hari pemungutan suara pemilihan kepala desa sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih”.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya yang pada hari pemungutan suara telah berusia 17 tahun dan terdaftar dalam daftar pemilih oleh
penyelenggara Pemilu. Kelompok pemilih pemula ini biasanya mereka yang berstatus pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Pemilih pemula sebagai target untuk dipengaruhi karena dianggap belum memiliki pengalaman voting pada pemilu sebelumnya, jadi masih berada pada sikap dan pilihan politik yang belum
jelas. Pemilih pemula yang baru mamasuki usia hak pilih juga belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan ke mana mereka harus memilih.

Sehingga, terkadang apa yang mereka pilih tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pemilih pemula yang baru pertama memiliki hak pilih dalam Pemilu,
sebelumnya telah ikut berpartisipasi politik untuk meningkatkan nilai-nilai demokrasi di sekolah misalnya, pada rapat kelas, pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, dan sebaginya. Pendidikan politik yang diharapkan dapat mengembangkan
nilai-nilai demokrasi bagi pemilih pemula di sekolah pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang diajarkan oleh guru tentang
demokrasi dan pemilihan umum tidak secara spesifik dan mendetail dibahas oleh guru PPKn. Oleh karena itulah, penting bagi pemilih pemula untuk mendapatkan pendidikan politik yang secara spesifik ditujukan bagi pemilih pemula dalam
kegiatan Pemilu di sekolah maupun di masyarakat. Tujuannya agar pemilih

pemula pada umumnya ikut berpartisipasi politik yang dapat mengembangkan kepribadian politik, kesadaran politik, dan nilai-nilai demokrasi. Setelah memahami dan berpartisipasi dalam kegiatan Pemilu diharapkan pemilih pemula
menjadi pemilih yang cerdas yakni pemilih yang sadar menggunakan hak pilihnya dan dapat memilih pemimpin yang berkualitas demi perbaikan masa depan bangsa
dan negara. Pengembangan dan etika berdemokrasi pada pemilih pemula sangat diperlukan sepanjang mereka sebagai warga negara dan generasi penerus bangsa untuk memajukan budaya politik yang terpuji dengan terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat sebagai pelaku dalam berdemokrasi.

Nilai-nilai demokrasi sebagai bagian dari materi pembelajaran Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Universitas Muhammadiyah Surakarta
(UMS) terkait dengan mata kuliah Negara Hukum dan Demokrasi (NHD), Dasar-Dasar Ilmu Politik, dan Ilmu Negara, memudahkan peneliti untuk mendapatkan informasi mengenai nilai-nilai demokrasi dalam penelitian ini. Demokrasi mengandung nilai-nilai yang diperlukan untuk menegakkan sebuah pemerintahan
yang demokratis. Nilai-nilai demokrasi yang dilaksanakan oleh warga negara Indonesia sangat berpengaruh dalam kehidupan pemerintahan, khususnya oleh
pemilih pemula. Pemilih pemula memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi sebagai generasi muda. Pemilih pemula yang belum memiliki pengalaman memilih dalam Pemilu sebelumnya dianggap belum paham akan nilai-nilai demokrasi yang seharusnya mereka laksanakan, seperti ikut berpartisipasi, berpendapat, berkelompok, menghormati orang/kelompok lain,

kerjasama, kepercayaan, kesetaraan, dan sebagainya. Kondisi tersebut apabila tidak dilaksanakan maka sebuah pemerintahan yang demokratis sulit ditegakkan.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti mengambil judul
“Implementasi Nilai-Nilai Demokrasi Pada Pemilih Pemula (Studi Kasus Pada Pemilih Pemula di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kebak Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Tahun 2013)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *