MENGANALISIS LATAR BELAKANG-TUJUAN-DAN-DAMPAK PEMBERONTAKAN APRA

Latar Belakang Pemberontakan APRA

Di antara dalam kelompok KNIL (Koninklijk Nederlands Indian Leger), banyak yang tidak puas dengan sebuah hasil dari keputusan dalam Konferensi Meja Bundar. Singkatnya, mereka tidak suka pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia, yang dalam waktu dapat disebut sebagai RIS.Pemberontakan-APRA

Selain itu, KNIL harus dapat bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari suatu Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (APRIS). Bagi TNI untuk pejuang kemerdekaan yang loyal, tentu saja, cukup sulit untuk menerima kehadiran KNIL, dan juga sulit bagi KNIL untuk bergabung dalam TNI karena mereka saling berhadapan selama pertempuran.

Tujuan Pemberontakan APRA

Dalam sebuah tujuan Westerling yakni sebagai mendirikan sebuah APRA merupakan sebagai mengganggu proses pengakuan kedaulatan Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 27 Desember 1949.Upaya itu dicegah dengan Panglima Angkatan Darat Belanda dan Letnan Jenderal Buurman van Vreeden. Dalam tujuan yang mempertahankan bentuk negara di wilayah Indonesia dan kehadiran dalam pasukan terpisah di RIS.

Dampak Pemberontakan APRA

Setelah pemberontakan APRA (Ratu Pasukan Adil) di bawah arahan Raymond Pierre Westerling, adanya pengakuan dalam pemerintah RIS, yang ingin diakui sebagai tentara di Pasunda, akan diperoleh.Selain itu, dalam pemberontakan yakni memiliki sebuah tujuan sebagai mempertahankan dalam pemerintah Republik Federal beserta tidak memerlukan transfer kehadiran dan kedaulatan dalam pasukan terpisah di negara-negara RIS. Jadi ada pemberontakan APRA di daerah Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *